My Last Fullday

Ting..ting..tung…ting..!!!

‘Jam ke-10 akan segera dimulai,it’s time to begin,the tenth lessons’. 😮

Setidaknya ketika kami (hampir seluruh siswa SMA 1) mendengar suara ‘merdu’ yang berasal dari speaker putih dipojok atas kelas,entah mengapa,tiba-tiba kami merasa ‘terserang cikungunya’… :-S
Badan menjadi lemas,kaki tidak bisa digerakkan,otak berhenti berfikir,dan ‘mendol’ makanan kesukaan kami pun tertelan bulat-bulat di kerongkongan karna kaget ! (hahaha,lebai) B-)

Tapi itulah yang kami rasakan,mau tidak mau kami harus siap menampung (lagi) materi-materi ke memori otak kami,yang sebenarnya telah penuh akan kalimat verbal,rumus trigonometri,hukum newton,teori evolusi,dan lain-lain.
Kami dituntut untuk memperhatikan setiap kata yang terlontar dari sang guru,padahal,sepandai-pandainya anak dari kami,pasti akan merasa ngantuk ketika melihat jam menunjukkan pukul 14.00 .

‘CAPEK’,selalu terlontar dari mulut kami ketika bapak/ibu guru meminta kami mengerjakan soal(lagi).
Dengan segala kerendahan hati,kami ‘harus’ mengerjakannya,walaupun kami masih ‘terserang cikungunya’. (hehe :-P)

‘ah,kenapa sih ada fullday segala,gag bikin pinter,malah nambah capek!!’,kata temanku.
Mungkin,bukan dia saja yang merasakan itu,aku,teman-temanku,dan mungkin guru-guruku pun akan meng-amin-i omongan teman ku itu.

Bayangkan saja,setiap hari kami harus berangkat maksimal 30 menit dari bel masuk,untuk menghindari padatnya jalan raya,belum lagi ditambah ‘JAM KE-0’ yang digadang-gadang guru kami.

06.00 : masuk jam ke-0
07.00 : bel masuk
10.20-10.40 : istirahat = kurang
13.20 : ishoma
14.00 : jam ke-10
16.20 : akhir jam ke-13 sekaligus pulaaaaaang

Belum lagi,kalau kami ada jadwal les yang lagi-lagi mengharuskan kami pulang malam (krik-krik) :@

Memang menjadi jadwal yang terlalu ketat untuk kami,sampai-sampai tanpa diet pun,tubuh kami yang berisi,menjadi langsing bak LIDI (fiu..fiuuuuu..;-))

Berkali-kali protes dilontarkan,namun tetap saja,pengurus kurikulum,tetap melaksanakan kebijakan yang ‘mencekik’ leher kami itu (hadah).
Tapi kami tak bisa berbuat apa-apa,selain memendam,dan sesekali membentak speaker malang itu,walaupun kami tahu dia tak pernah bisa mendengar jerit kami 😥
Terlebih,ketika speaker cerewet itu bersuara seperti ini,
‘ting..ting..tung..ting..jam ke-13 akan segera dimulai,it’s time to begin the thirteen lessons’. :@
(silahkan bayangkan sendiri,bagaimana bentuk kami,raut wajah kami,dan pakaian kami waktu itu)

Hanya omongan-omongan yang tak penting waktu itu yang keluar dari mulut kami,walaupun capek,setidaknya kami masih mempunyai sedikit tenaga untuk bercanda.

Tidur,ngobrol,main games,buka fb,twitter,ngemil,ngelamun adalah kegiatan yang paling mengasyikkan bagi kami,selain berpura-pura memperhatikan guru yang dengan semangat 45 mendidik muridnya yang bak tentara kalah berperang. :$

Namun,setidaknya ada 1,2 hal yang membuat kami terkesan dengan fullday kami.
1.Kami(ASIX) membawa bekal sendiri dari rumah,walaupun sering diejek ‘anak TK’ oleh kelas lain,tapi kami PD aja tuh..malah setiap hari ada-ada saja menu makan siang kami,bertukar lauk,icip-icipan,kompakan bikin menu,yayayaya…itu yang aku suka,kelas lain menjadi iri,dan akhirnya mereka pun ikut-ikutan. 😛
2.Kalau ditanya,kelas mana yang paling banyak bawa jama’ah waktu dhuha dan dhuhur,jawabannyaaaaa……..ASIX !! malah,kalau ada yang ketinggalan,sesampainya di kelas pasti kami bakal disemprot ! 😀
3.Bolos.kalau ada yang tanya kelas yang paling rajin tanda tangan absensi,dan paling kompak dalam rangka membolos (walaupun harus kejar-kejaran dengan pak satpam) itu adalah kami = ASIX :$
4.Nungguin hujan,yaaaa…daripada cuma dipake buat duduk di depan kelas,dingin,mending juga main POKER (mantaaaab)
5.Dan baaaaaaanyak lagi yang membuat kami lebih dekat satu sama lain.

Tapi semua hal di atas sudah berakhir,
24 Februari 2010,kami mendenger ‘si cerewet’ itu berceloteh ‘jam ke-10 akan segera dimulai’,’jam ke-13 akan segera dimulai’.
Itulah hari terakhir kami fullday,
Hari terakhir kami membawa bekal dari rumah,
Hari terakhir kami membuat jengkel guru,
Hari terakhir kami menikmati senja sore di kelas bersama ASIX.

3 tahun kami merasakan apa yang namanya fullday yang benar-benar full,
Fullday pertama yang berjalan di sekolah.
3 tahun langit senja itu memayungi kami,walaupun mendung,terang,ataupun redup.
3 tahun,kami berusaha menahan rasa capai kami yang luar biasa,menahan rasa ngantuk yang WAW !
3 tahun kami di didik di sore hari,oleh guru-guru kami,dengan semangat G-30-S/PKI mereka mengajar kami para tentara yang tertembak di dada.
Dan 3 tahun itu pula mereka bersabar menunggu kami,untuk melihat kami,menjadi apa nanti,ABU atau PERMATA .

3 tahun,waktu yang cukup untuk kami menikmati kebersamaan di langit senja SMAZA .

24 FEBRUARI 2010,
Terimakasih Bapak,
Terimakasih Ibu,
Terimakasih ASIX,
Terimakasih SMAZA.

Kalian telah membuat langit senjaku lebih berwarna .
🙂 ● ASIX ● :-*

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: